PDI Perjuangan DPRD Muaro Jambi Soroti Serapan Anggaran dan Kinerja OPD

 ‎


  Alurnarasi.com - Muarojambi - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Muaro Jambi melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

‎Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin 27 Juli 2026, saat membacakan Pendapat Akhir terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dan 4 Ranperda lainnya.

‎Usman Halik, Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, menyoroti dua persoalan utama dalam pengelolaan keuangan daerah.

‎" Tingginya SiLPA Rp94,6 Miliar adalah lampu kuning. Artinya serapan anggaran masih lemah dan kinerja OPD harus dievaluasi menyeluruh. Lebih parah lagi, hingga pertengahan 2026 realisasi belanja modal baru 2,86%. Ini terlalu lambat. Pemerintah harus segera tancap gas agar pembangunan tidak tertunda dan SiLPA tidak membengkak lagi," tegas Usman Halik.

‎Menurut Fraksi PDI Perjuangan, realisasi Pendapatan Daerah 2025 memang bagus di angka Rp1,648 Triliun atau 99,77%. Namun realisasi Belanja Daerah hanya Rp1,575 Triliun atau 94,12%.

‎Kesenjangan ini menunjukkan perencanaan belum optimal dan eksekusi program di lapangan masih lemot.

‎Selain itu, PDI-P juga mendesak Pemda menindaklanjuti tuntas seluruh temuan BPK, segera mengeksekusi Pokok-pokok Pikiran Dewan 2025, serta memenuhi kebutuhan dasar OPD seperti penambahan armada dan personel Damkar.

‎Untuk 4 Ranperda yang disahkan, Fraksi PDI-P menitipkan catatan. BUMDes jangan jadi ajang titipan politik dan harus menyentuh petani serta UMKM. 

‎Pengembang juga wajib diawasi ketat dalam pemenuhan PSU 35% dan diberi sanksi tegas jika lalai.

‎"Kami setuju mengesahkan. Tapi ini adalah cek kosong'. Keberhasilan ada di tangan Eksekutif. Kami akan terus mengawasi agar setiap catatan ini benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat Muaro Jambi" tutup Usman Halik.(vovi)

Terkini