MUARO JAMBI – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami genangan dan luapan air. Kondisi tersebut dikeluhkan warga yang menilai terganggunya fungsi drainase dan aliran sungai menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko banjir di kawasan permukiman.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan warga terkait banjir yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.
Dalam peninjauan tersebut, Aidi Hatta bersama sejumlah pihak terkait mendatangi beberapa lokasi yang diduga berpotensi memengaruhi kelancaran aliran air, termasuk kawasan pertokoan dan pergudangan yang berada di sekitar drainase serta aliran sungai.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah bangunan ruko yang difungsikan sebagai bengkel mobil. Berdasarkan hasil peninjauan awal, terdapat bagian bangunan yang berada cukup dekat dengan sempadan sungai sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi kapasitas aliran air ketika debit sungai meningkat saat musim hujan.
“Saya melakukan sidak di Desa Pondok Meja atas dasar laporan masyarakat karena wilayah ini sering mengalami banjir. Jangan sampai aktivitas usaha yang berkembang di daerah ini justru menimbulkan dampak bagi masyarakat, terutama pada saat curah hujan tinggi,” ujar Aidi Hatta.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan DPRD pada prinsipnya mendukung pertumbuhan investasi serta perkembangan dunia usaha di daerah. Namun, seluruh pelaku usaha diharapkan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga fungsi lingkungan, drainase, dan sempadan sungai agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat.
“Kami mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun seluruh aktivitas usaha harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tidak menghambat aliran air yang dapat menyebabkan genangan maupun banjir,” katanya.
Aidi juga berharap pihak pengusaha dapat segera melakukan pembenahan apabila ditemukan saluran drainase yang terganggu atau tidak berfungsi secara optimal.
“Kami berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi yang ada. Tujuannya agar masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman, khususnya saat musim penghujan,” tambahnya.
Usai meninjau lokasi ruko, rombongan melanjutkan sidak ke kawasan pergudangan yang berada di RT 26 Desa Pondok Meja. Di lokasi tersebut ditemukan sejumlah saluran air yang dinilai perlu dilakukan normalisasi guna mengembalikan fungsi drainase sehingga aliran air dapat berjalan lebih lancar.
Menanggapi temuan tersebut, DPRD Kabupaten Muaro Jambi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pihak perusahaan langsung melakukan koordinasi di lapangan untuk mencari solusi yang dapat segera dilaksanakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar dilakukan pembangunan parit atau saluran drainase yang memadai sehingga aliran air tidak lagi terhambat dan potensi banjir dapat diminimalkan,” tegas Aidi Hatta.
Melalui langkah tersebut, DPRD Muaro Jambi berharap persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat ditangani secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, upaya tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga di Kecamatan Mestong.





Social Plugin